ABANG, MBA, DAN SENA

Cerpen Abang,Mba dan Sena, Contoh Cukstaw Cerpen. Karya Nabila Maysari. Cerita cerpen ini cocok untuk kalian yang sedang jatuh cinta
3 May 2021
Mister Babeh Chelsea.

ABANG, MBA, DAN SENA merupakan cerpen karya Nabilah Maysari. Seorang Mahasiswi Reguler Sore Unindra Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Cerpen ini merupakan contoh dari tugas Cukstaw Cerpen. Cerita cerpen bagus bagi kalian yang sedang jatuh cinta. Selamat membaca.

Memang Abang tidak setangguh Ibu.

Memang Mba tidak sebaik Ibu.

Memang Sena tidak serajin Ibu.

   Ayah adalah mantan tentara, ia memilih pensiun ketika ia menjadi satu-satunya orang yang selamat dari bom bunuh diri di Sudan, hampir sebagian kulitnya terbakar dan dua dari sepuluh jemari kakinya hilang. Ayah lalu memilih tinggal bersama kami selama empat tahun di desa, lalu ibu yang bekerja. Sebenarnya Ayah masih bisa bekerja tapi Ibu bilang, ayah sudah melakukan yang terbaik, dan kini saatnya istri dan anaknya yang bekerja.

   Abang berusia dua puluh tiga kala itu, bekerja di kota dan pulang seminggu sekali. Tersisa Mba dan Sena di rumah. Mba masih kuliah jurusan pertanian semester empat sedangkan Sena duduk di kelas dua belas, beberapa bulan lagi ia akan memasukki dua perkuliahan.
 
   Ibu dan Ayah bilang, meskipun orang tua terlahir tidak dengan sendok emas di tangan. Maka, orang tuanya harus bekerja untuk mendapatkan sendok emas itu untuk anaknya. Biar dibilang telat, tapi dapat merasakan.
 
   Ibu hanya lulusan sekolah dasar, beda dengan Ayah yang bersekolah sampai sarjana.
  
   Mereka bertemu karena kesediaan melengkapi satu sama lain.
 
   Dulu Ayah sangat bahagia dengan Ibu. Ayah bisa membeli rumah di desa dengan hasil kerja kerasnya sebagai tentara, Ayah juga membelikan sawah dan  beberapa ternak untuk Ibu.
 
   Ini tahun kelima Ayah berada di rumah tanpa bekerja hingga suatu hari Ayah mengejutkan kami dengan pernyataan kalau Ayah ingin bekerja kembali. Tidak menjadi seorang tentara melainkan seorang desain grafis di kota. Ayah memang pandai melukis dan melakukan hal yang berhubungan dengan desain. Kami sepakat, Ayah memang terbaik.
 
   Di minggu-minggu pertama Ayah sering pulang tepat waktu, datang sabtu sore pulang senin pagi. Kami sering meluangkan waktu bersama seperti bermain bola, ke sawah, atau mencari makan ternak. Lalu di bulan ke tujuh Ayah mulai jarang pulang. Ayah bilang tugasnya semakin banyak, kami harus memaklumi. Ibu yang paling sigap menangani kami.
 
   Untung, Abang kembali ke desa karena Abang memilih bekerja di kantor lurah.

   Lalu di tahun kedua, Ayah mulai tidak pulang ke rumah. Dan kabar buruk terjadi, kami mendapat kabar dari Abang bahwa Ayah menikah dengan seorang Janda di kota. Janda itu adalah rekan ayah di tempat kerja.
 
   Lagi-lagi Ibu yang paling sigap, Ibu bilang kami sudah dewasa harus memaklumi situasi ini. Kami harus memaklumi. Kami harus sangat memakluminya.
 
   Hei, ketika kalian tidak siap menjadi seorang ibu dan ayah. Jangan lakukan itu!
 
   Jadi, mulai saat itu kami kehilangan sosok ayah.
   
   Dan, sejak saat itu juga, ibu menjadi rewel. Sena sudah masuk dunia perkuliahan, ibu yang pada dasarnya seorang perfeksionis sangat tidak menyukai hal-hal kotor dan seringlah marah pada Sena. Padahal Sena hanya lelah untuk mengurus kamarnya karena jarak antara rumah dan tempat kuliahnya sangat jauh. Sekitar tiga puluh kilo meter.
 
   Ibu menjadi arogan, ketika seseorang membicarakan anaknya, Ibu adalah yang terdepan untuk membelanya. Ibu tahu, anaknya adalah anak yang terbaik. Ibu mendidik Abang, Mba, dan Sena dengan kasih sehingga mereka tumbuh menjadi anak yang penurut.
 
   Ibu juga menjadi orang yang paling tidak sabaran. Ketika Abang sakit, Ibu satu-satunya sosok yang berani memarahi Kepala Lurah agar Abang pulang lebih awal.
 
   Ingat, Ibu menjadi satu-satunya pekerja keras, menandingi Abang. Ibu lebih sering berada  di luar rumah, ia hanya ada saat waktu senja sampai pagi. Pergi sesudah membuatkan sarapan anak-anaknya dan pulang sebelum anak-anaknya pulang. Ibu akan sigap ketika anaknya membutuhkan beliau untuk curhat. Ibu menjadi sosok ayah agar Abang, Mba, dan Sena tetap merasakan rasa orang tua. Ibu memang seperti itu, seperti menghibur diri setelah ditinggal ayah. Mungkin ada sedikit dari hati ibu yang iri melihat pasangan lainnya masih bersama.
 
   Ibu tidak berkata, tapi matanya berkata demikian.
 
   Mungkin ibu bisa dilihat tangguh, tapi tidak saat semua anaknya terlelap dan hanya ada ibu di kamar.
 
   Ibu tidak seegois yang lain, rela menukar kebahagiaan demi masa depan anaknya.
 Sampai akhirnya, cinta dan kasih Abang, Mba, dan Sena berlabuh pada sosok Ibu.
 
                     “Maybe you can’t save yourself, but you’re saving someone else.” 
Baca Juga : Kehilangan yang Sesungguhnya, Karya Nur Annisa R

Bagaimana cerita cerpennya bagus bukan? Jangan lupa untuk memberikan komentar tentang cerpen ini.
Jika kalian ingin mengirimkan sebuah apresiasi, silakan kunjungi halaman ini Link Here.

Mister Babeh Chelsea
mister babeh chelsea
Mister Babeh Chelsea adalah seorang Penulis, Videografer, Peneliti Muda, Sarjana Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pemikir yang Ideal serta Realistik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright @ 2021 Misterbabehchelsea.com All right reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram