Aku Bangga, Aku Terpapar Covid-19

16 July 2021
Mister Babeh Chelsea.

Aku bangga, Aku Terpapar Covid-19. Siapa yang tidak bangga? Aku terpapar virus yang sedang membuat pusing seluruh warga di dunia. Virus fenomenal, sensasional atau virus konsipirasi? I don’t know, but I’m so pride that I have “fusion” with this covid-19.

Prolog

Hari ini adalah resmi hari kedua setelah hidup saya dinyatakan positif terpapar virus covid-19. Yaaaa gejalannya santai-santai aja, contohnya pusing seperti kepala kita diinjak sangat keras. Mual yang tak tertahankan, batuk yang menyakitkan hingga hampir hilang kesadaran. Wah bangga sekali rasanya saya melihat istri saya seperti itu. Seperti sedang mematahkan bibir-bibir jalang yang teriak lantang bahwa covid-19 hanyalah propaganda elit global.

Sebelum istri saya, anak saya yang berumur delapan bulan sudah terpapar covid-19 terlebih dahulu. Beruntungnya, hanya menyerang kulit, sehingga anak saya terkena RUAM yang begitu dahsyat sampai-sampai wajahnya terlihat seperti maling yang habis dipukuli. Coba saja bayangkan, jika anak berumur delapan bulan diserang pernafasannya oleh Covid-19, wah pasti makin merobek-robek mulut jalang para pecinta fiksi propaganda elit global.

Mulut Jalang Sang Penantang

Covid-19 adalah wabah yang cukup meresahkan. Ditengah ketidaktahuan kita semua tentang penyakit ini, banyak sekali masyarakat yang mulai memilih untuk percaya bahwa virus ini adalah virus yang sama sekali tidak ada (Fiktif Positif). Itulah yang terjadi di grass root. Pemahaman tersebut tidak hanya mewarnai masyarakat dengan kelas pendidikan rendah, mahasiswapun juga banyak sekali yang mempercayai bahwa virus ini adalah virus fiktif.

Sudut lain menggambarkan hal yang berbeda. Hal tersebut membawa kita pada grass root yang percaya bahwa virus ini nyata, tetapi vaksinnya tidak membuat kita lekas membaik. Mereka berfikir bahwa vaksinasi dapat mempercepat datangnya kematian. Dari fakta-fakta itulah, mereka menanamkan ketidakpercayaan pada diri sendiri sehingga melahirkan mulut jalang sang penantang.

Isoman Hari Kedua dan Ekonomi yang Anjlok

Pada hari kedua ini, Ekonomi di rumah cukup kaget dibuat oleh penyakit Covid-19. Kocek yang sudah dikeluarkan untuk biaya ini-itu kurang lebih sekitar 400ribu dan masih akan terus mengucur secara konstan dengan kelipatan 100ribu perharinya. Fakta yang terjadi di lapangan adalah harga vitamin dan obat-obatan masih lumayan tinggi. Dan parahnya lagi, sudah harganya tinggi, Barang yang diinginkan belum tentu ada.

Sesungguhnya bagi saya ini adalah  situasi yang amat seru.  Tetapi pada situasi ini, taruhannya adalah nyawa istri saya. Bagaimana ini tidak disebut dengan situasi tidak seru? Saya punya modal sekitar 40 juta, tetapi uang itu tidak dapat membeli obat. Obat yang saya cari itu sangat susah. Belum lagi di rumah istri saya sakit berbagai macam model dari sakit kepala, mual, batuk dan lain sebagainya. Membawanya ke rumah sakit, akan membuat anak saya terlantar. Anak saya baru menginjak umur 8 bulan dan harus selamat serta makan, minum dan ASInya harus terus berjalan.

Bagaimana? Seru kan? hahahaha...

Kesimpulan

Terpapar Covid-19 itu sangat menguras energi, ekonomi dan spirit. Kalau kalian merasa banyak uang dan tenaga, hidup saja secara santai, tidak perlu menggunakan masker apalagi minum vitamin. Tapi kalau kalian masih mengandalkan BPJS atau punya uang yang serba pas, Saran saya hiduplah dengan super hati-hati. prokes diperketat, kurangi mobilitas. Memang jika kita bicara secara ekonomi, Sudah pasti ekonomi kita sangat anjlok. Tetapi ingat, kesehatan itu sekalanya di atas segala-galanya. Percuma juga jika kita banyak uang tetapi kita sakit. Dan parahnya lagi sudah tidak punya uang tetapi sakit pula.

Tetapi sekali lagi, hidup saya lagi seru sekali, wah pokoknya sangat seru deh, Mungkin buat teman-teman yang tidak percaya namun penasaran dan tertarik ingin tahu "bener-ngga sih ada penyakit covid-19?" Temen-temen bisa langsung menghubungi saya melalui comment yang tersedia. Untuk registrasinya cukup mudah, Saya cukup menyambangi anda, kemudian saya cukup batuk-batuk tepat di depan wajah dengan begitu kalian langsung sudah resmi bergabung dengan group Aku Bangga, Aku Terpapar Covid-19.

Mister Babeh Chelsea
Mister Babeh Chelsea
Mister Babeh Chelsea adalah seorang Penulis, Videografer, Peneliti Muda, Sarjana Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pemikir yang Ideal serta Realistik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright @ 2021 Misterbabehchelsea.com All right reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram