Anak Kecil Dengan Kehebatannya

Anak Kecil dan Kehebatannya. Contoh Cukstaw Cerpen. Karya Nurin Novia. Cerita cerpen ini cocok untuk kalian yang sedang jatuh cinta
3 May 2021
Mister Babeh Chelsea.

Anak Kecil Dengan Kehebatannya merupakan cerpen karya Nuri Novia. Seorang Mahasiswi Reguler Sore Unindra Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Cerpen ini merupakan contoh dari tugas Cukstaw Cerpen. Cerita cerpen bagus bagi kalian yang sedang jatuh cinta. Selamat membaca.

Pada suatu pagi yang cerah aku bekerja seperti biasanya dengan semangat “...tak tik tuk tak tik tuk..suara keyboard komputer terdengar karena mengetik nomor plat mobil. “ selamat pagi pak, tiketnya? ucapan salam yang harus dilontarkan dengan sopan dan senyuman, sesuai SOP yang berlaku ditempat kerjaku. “…pagi mba, ini tiketnya” jawab pelanggan yang seorang pria sambil menyerahkan tiketnya padaku lalu aku scan …tiiiikkk suara mesin kasir scan barcode berbunyi setelah itu muncul harga sekaligus suara printer tarif parkir “ jret jret jret jret “empat ribu pak” ucapku kemudian pelanggan itu memberikan uangnya pecahan sepuluh ribu dan aku kembalikan uang kembaliannya beserta struknya “kembaliannya pak, terima kasih ya” ucapku lalu aku tekan tombol untuk membukakan boom gate palang parkir dan pelanggan keluar pergi berlalu begitulah seterusnya yang aku lakukan. Karena banyak sekali antrian kendaraan yang ingin keluar, aku menikmati semuanya apa yang kulakukan termasuk mendengar suara-suara dari alat-alat kerjaku, suara kendaraan motor, mobil, para pedagang dan pembeli yang sedang bertransaksi di Atrium pondok gede.

Namun dipertengahan tiba-tiba terdengar suara lirih suara yang baru  aku dengar selama bekerja disana suara itu terdengar meminta belas kasihan “ …bu bagi uang bu….pak bagi uang pak..” saat ku lihat ternyata seorang anak kecil laki-laki, ia berada di depan kaca posku. Sambil melayani pelanggan aku bergumam dalam hati “mengapa anak itu disana ? sejak kapan ?” karena situasinya sedang ramai aku kembali fokus pada pekerjaanku. Namun ternyata dengan keberadaan anak kecil itu disana membuat antrian kendaraan yang ingin keluar menjadi terhambat karena banyak pelanggan yang merasa iba dan memberikan sejumlah uang hasil dari kembalian bertransaksi. Macetnya antrian kendaraan sehingga memicu perhatian satpam, satpam yang mengetahui hal itu, akhirnya menyuruh anak itu pergi dan pada saat bersamaan terlihat seorang perempuan yang menghampirinya lalu anak kecil itu seperti mengadu ternyata perempuan tesebut adalah ibunya.
 
Aku merasa terenyuh melihatnya dan pikiranku berkecamuk, “bagaimana bisa seorang anak kecil yang seharusnya bermain bersama teman-teman sebayanya namun dipaksakan mencari uang dengan meminta-minta oleh orang tuanya sendiri? Sungguh mulia hatimu nak kamu melakukan itu dengan alasan berbakti”. 

Waktu berlalu menjadi siang hari saatnya aku beristirahat untuk makan siang. Setelah istirahat aku kembali ke pos untuk melanjutkan pekerjaanku, alangkah kagetnya aku, ternyata anak kecil itu sudah berada didepan pos dan meminta-minta seperti yang tadi pagi ia lakukan, karena situasinya sepi aku bisa memberanikan diri menyapanya, syukurlah ia membalas sapaanku walaupun awalnya diam seperti malu-malu, aku memberikannya snack cemilan makanan ringan yang aku bawa, dia menerimanya dan terlihat sangat senang sambil bilang “ terima kasih ka” raut wajahnya sangat berbeda dibandingkan menerima uang sebelumnya, apa karena diberikan tanpa meminta itu sangat menyenangkan entahlah hanya ia yang bisa merasakan. Lalu aku bertanya berapa umurmu?, apa kamu sekolah?, ia menjawab tujuh tahun dan ia mau sekolah, saat aku bertanya tentang ayahnya, ayah kamu dimana? ia menjawab spontan dengan nada kesal “ada dirumah tiduran mulu, marah-marah mulu, ngerokok mulu”. Aku terkejut dan hanya bisa terdiam melihat reaksi anak kecil ini yang tadinya terlihat senang namun berubah kesal ketika membahas ayahnya. Lalu kendaraan yang ingin keluar mulai ramai aku melakukan tugasku seperti biasa dan akhirnya perbincangan dengan anak kecil itu sampai disitu. Tidak lama kemudian ibunya mengajaknya pergi karena satpam sudah menegurnya lagi. Namun anak itu pamit kepadaku “kak aku pulang dulu ya” senyuman anak kecil yang sungguh manis dan membuat bahagia siapapun yang melihatnya, dengan hebatnya beban yang ia punyapun seketika tak terlihat. Anak adalah anugerah dari yang maha kuasa, sejatinya ia memiliki hak yang harus dipenuhi oleh orang tuanya seperti hak bermain, mendapatkan pendidikan, perlindungan dan kasih sayang, nama (identitas), status kebangsaan, makanan, akses kesehatan, rekreasi, kesamaan, peran dalam pembangunan.

Anak kecil yang hebat semoga kamu suatu saat nanti menjadi orang yang semakin hebat dan menjadi dermawan berguna bagi bangsa dan negara, lebih suka berbagi cinta dan kasih kepada makhluk di dunia ini.Cinta seorang anak adalah cinta sejati yang mempunyai hati begitu tulus tanpa pamrih, cinta sepanjang masa seharusnya disandingkan untuk anak-anak karena anak akan menerima dengan lapang dada sifat dan perlakuan orang tuanya terhadap dirinya. Anak tidak pernah menuntut orang tuanya untuk bersikap seperti apa yang ia mau namun tetap menerima dan patuh terhadap perintah orang tuanya walaupun perlakuan yang ia terima terkadang tidak adil dan hak-haknya sebagai anak belum terpenuhi. Jadi perlakukanlah anak dengan semestinya karena waktu menjadi anak-anak tak akan bisa terulang.
Baca Juga : Anak Kecil dan Kehebatannya, Karya Nurin Novia

Bagaimana cerita cerpennya bagus bukan? Jangan lupa untuk memberikan komentar tentang cerpen ini.
Jika kalian ingin mengirimkan sebuah apresiasi, silakan kunjungi halaman ini Link Here.

Mister Babeh Chelsea
mister babeh chelsea
Mister Babeh Chelsea adalah seorang Penulis, Videografer, Peneliti Muda, Sarjana Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pemikir yang Ideal serta Realistik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright @ 2021 Misterbabehchelsea.com All right reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram