Kehilangan yang Sesungguhnya

Cerpen Kehilangan yang Sesungguhnya, Contoh Cukstaw Cerpen. Karya Nur Annisa R. Cerita cerpen ini cocok untuk kalian yang sedang jatuh cinta
18 April 2021
Mister Babeh Chelsea.

Kehilangan yang Sesungguhnya merupakan cerpen karya Nur Annisa R. Seorang Mahasiswi Reguler Sore Unindra Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Cerpen ini merupakan contoh dari tugas Cukstaw Cerpen. Cerita cerpen bagus bagi kalian yang sedang jatuh cinta. Selamat membaca.

Namaku Rahma, anak bungsu dari 3 bersaudara. Terlahir dari keluarga yang utuh dan harmonis, yang tadinya kupikir seperti itu, tapi semua berubah ketika  orangtua ku mulai bertengkar dan akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Saat aku masih berusia 4 tahun yang setiap hari mendengar orangtuaku bertengkar. Pikir ku setelah mereka bertengkar akan baikan dan saling menyayangi kembali seperti saat aku bertengkar dengan kakakku dan kembali berdamai. Tapi ternyata pikiran orang dewasa sangat rumit dan betapa egoisnya mereka memilih untuk berpisah padahal saat itu aku masih membutuhkan kasih sayang dari mereka  berdua. sepele memang, tapi hanya itu yang kubutuhkan.

Saat SMP rasa iri terhadap teman yang mempunyai keluarga utuh semakin memuncak. bagaimana tidak? Mereka asik bertukar cerita tentang bagaimana keseruan keluarganya, menceritakan bagaimana liburan bersama keluarganya, membanggakan ayahnya. lalu bagaimana denganku? Apa yang harus aku ceritakan? Ayah siapa yang harus kubanggakan? Ah, semakin hari rasa benci kepada ibu terus bertambah. “Kenapa ibu begitu egois? Kenapa ibu tidak mempertahankan ayah saat itu?” Ujar dalam batinku. Walaupun sebenarnya aku tahu perpisahan ini karna kesalahan ayah.

Setelah perpisahan itu, ibu berjuang sendiri untuk menghidupi aku dan kakakku. Ibu bekerja apa saja untuk memenuhi kebutuhan anaknya, menyekolahkannya. Karena itu aku semakin kesepian, aku sering ditinggal, semakin berkurangnya mendapat kasih sayang dari ibu. Aku tahu ibupun kesulitan  dengan keadaan ini. Tapi maaf bu, aku bukanlah anak yang berbakti, aku bukanlah gadis yang tegar, aku memberontak, aku berteman dengan anak-anak nakal. Aku mulai pulang larut malam, merokok, minum-minuman alcohol, bahkan aku juga memakai narkoba.Tapi tidak pernah sekalipun ibu marah atau memukulku, ibu tetap sabar merawatku walaupun aku selalu mengabaikannya.

Aku pikir aku akan hidup dengan terus membenci ibu, Semakin dewasa rupanya otakku masih ada sisa akal sehat, aku mulai membenahi diri, menjauhi teman yang buruk, memperbaiki hubungan yang renggang dengan ibu. Sekarang aku menjadi seorang putri yang amat sangat manja kepada ibu, ibu yang begitu hangat baru aku rasakan sekarang.

Suatu hari aku dapat telepon dari nomer yang tidak aku kenal dan ternyata itu kerabat ayah yang mengabari kalau ayah sedang sakit. Aku sempat terdiam, bagaimana tidak? Kupikir selama ini aku sudah tidak punya sosok yang bisa aku panggil ayah, karena semenjak perpisahan itu ayah tidak pernah sekalipun melihat kami anak – anaknya.

“ bu, katanya ‘orang itu’ sakit “ ucapku ke ibu.

“ yaudah sana kamu jenguk! siapa tau sehabis di jenguk, ayah kamu sembuh “

“ liat nanti deh “ ucapku malas – malasan.

“ tidak boleh seperti itu, biar orang tua aja yang sakit hati anak tidak perlu ikut – ikutan. Karna tidak ada yang namanya bekas anak “.

Ya itulah ibuku, seburuk apapun kelakuan orang lain terhadap dia, dia tetap bisa memaafkannya. Tidak pernah sekali pun dia menyuruh atau mempengaruhi aku dan kakak – kakakku untuk membenci ayah.

Tapi belum sempat kujenguk, aku dapat kabar kalau ayah sudah meninggal. Tapi anehnya aku tidak merasakan apapun, merasakan kehilangan pun tidak. Aku hanya berpikir sekarang aku benar-benar hanya punya ibu.

Aku cukup bahagia dengan keadaanku sekarang, walaupun tanpa ayah. Sampai suatu hari ibuku sakit. Cuma sakit biasa pada umumnya tapi entah kenapa aku tidak tenang. hari selasa, aku bertukar kabar dengan kakakku yang sedang menjaga ibu, sedangkan aku bekerja tapi pada siang hari kakakku menyuruh untuk cepat pulang. Aku semakin gelisah, sesampainya di depan rumah, aku melihat bendera kuning berkibaran, rasanya duniaku langsung runtuh.

Kini sosok ibu yang setiap hari menyambut dengan senyum t’lah tiada, menyisahkan begitu banyak kenangan. Kini aku mulai membiasakan diri tanpa ibu. Ibu yang sangat menyayangi dan mencintai anaknya kini sudah tidak bisa kurasakan lagi. Sekarang di sini, di dunia ini aku hanya bisa mendoakanmu, berharap suatu saat nanti kita bisa bertemu dan berkumpul lagi di surganya Allah.

Ibu bisa menggantikan siapapun tapi tidak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun.

Terima kasih ibu telah melahirkan kami, menyayangi kami, menjaga dan mendidik kami dengan penuh kasih sayang
Baca Juga : Surat Untuk Jakarta, Karya Yuni D. L.

Bagaimana cerita cerpennya bagus bukan? Jangan lupa untuk memberikan komentar tentang cerpen ini.
Jika kalian ingin mengirimkan sebuah apresiasi, silakan kunjungi halaman ini Link Here.

Mister Babeh Chelsea
mister babeh chelsea
Mister Babeh Chelsea adalah seorang Penulis, Videografer, Peneliti Muda, Sarjana Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pemikir yang Ideal serta Realistik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright @ 2021 Misterbabehchelsea.com All right reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram